PROFIL PONDOK & SEJARAH SINGKAT PPM DAARUL HUDA
Pondok Pesantren Modern Daarul Huda didirikan oleh KH. Tatang Abdurrohman, pada 1 Januari 1996 Putra dan 2005 Putri di atas tanah wakaf 13 hektar Putra dan 1,3 hektar kampus Putri.. Daarul Huda merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengadopsi pendidikan ala Gontor sejak awal berdirinya. Pendidikan dan pengajaran di Daarul Huda mengintegrasikan kurikulum kemendiknas, kemenag dan KMI Gontor. Daarul Huda tidak berapiliasi terhadap partai politik, golongan dan suatu organisasi sosial masyarakat manapun dalam menerapkan pola pendidikan dan pengajarannya. Berpegang teguh pada konsep “Islam Rahmatan lil ‘Alamin” dan Falsafah “Daarul Huda berdiri di atas dan untuk semua golongan.”
Ide pendirian pesantren dilatarbelakngi oleh keinginan Ust. H. Tatang Abdurrohman sejak saat masih nyaantri di Pesantren Darussalam Cidewa-Ciamis asuhan KH. Irfan Hielmi Tahun 1968-1971. Beliau bercita-cita mendirikan pesantren pola Gontor, dimana santri-santrinya aktif berkomunikasi bahasa Arab dan Inggris, hafal al-Qur’an serta mampu mengamalkan nilai-nilai pesantren dan falsafah-falsafahnya dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahun 1994 dimulailah peletakan batu pertama oleh (Ua) K.H. Khoer Affandi Pendiri Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya dan dihadiri oleh para ulama serta tokoh masyarakat setempat di atas tanah wakaf seluas 200 bata. Adanya faktor pendanaan dan pembangunan yang tersendat, termasuk miskomunikasi terhadap donatur, maka pada 1995 Daarul Huda hanya menyelenggarakan pendidikan persiapan pesantren (kelas i’dad), dan barulah pada akhir tahun 1996 tepatnya pada bulan Desember dibukalah kelas KMI (kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah) ala pendidikan Gontor dengan sarana 1 mesjid dan 3 lokal kelas plus asrama.
Penamaan Daarul Huda tidak terlepas dari banyak ide dan usulan para tokoh yang hadir saat pelatakan batu pertama. Secara umum penamaan pondok, sentral pada tiga tokoh, yakni Ust. H. Tatang Abdurrohman dan Ajengan Ohid Tauhid, dan Ust, Iskandar Efendi. Aj. Ohid mengusulkan “Wahidul Huda”. Ust. Iskandar, mengusulkan Ibadurrohman. Ust. H. Tatang Abdurrohman ngusulkan “Daarul Huda” terdiri dari Daar dan Huda. Penggabungan dari Darussalam-Ciamis, karena Ust. H. Tatang adalah alumni Darussalam Cidewa Ciamis dan Huda diambil dari Miftahul Huda Tasikmalaya, karena peletak batu pertama adalah pendiri pesantren Miftahul Huda dan Aj. Ohid pun merupakan salah satu alumni Miftahul Huda Manonjaya. Sedangkan Ibadurrohman dijadikan sebagai nama yayasan yang menaungi pesantren beberapa tahun setelah berjalan.
Setelah mendapatkan kesepakatan dari berbagai tokoh, KH. Tatang Abdurrohman mengumumkan penamaan pesantren dengan Pondok Pesantren Modern Daarul Huda Banjar, selanjutkan dikenal masyarakat dengan sebutan PPM Daarul Huda Banjar, Daarul, dan Pesantren al-Huda Banjar. Penyebutan modern merupakan cita-cita pendiri bahwa; PPM Daarul Huda harus menjadi pesantren yang mampu mengikuti perkembangan zaman, pola pendidikan yang dinamis, pengajaran keislaman yang maksimal, Bahasa Arab-Inggris sebagai Bahasa komunikasi harian, dan pendidikan kemasyarakatan yang rahmatan lil 'alamin.
Pada awal perintisan, PPM DaarulHuda pimpin oleh Ust. Iskandar Efendi (alumnus Gontor) atas amanah pendiri pesantren KH. Tatang Abdurrohman pada tahun 1996-2005. Tahun 2005-2008 dipimpin oleh dua alumni Gontor, yakni; Ust Muhammad Abduh Yazid PPM Daarul Huda Putra dan PPM Daarul Huda Pi oleh Ust. Rusliyandi Rustam, S.Ag. Tahun 2009 PPM Daarul Huda dipimpin oleh KH. Umung Sanusi, Lc., dan Ust. Zunaidi. Tahun 2010-2015 oleh Ust. Hariman Muttaqien, Ust. Deden Tolhah Manshur, dan Ust. Nurapipuddin. Tahun 2013 Ust. Ajat Syarif Hidayatulloh, menggantikan Ust. Deden Tolhah Mansur.
Tahun 2016 pembina yayasan sekaligus pengasuh pesantren memberikan amanah kepemimpinan pondok kepada Ust. Nurapipuddin, S.Pd.I., (Gontor, 1999), Ust. Ipan Ridfanuddin, S.Pd.I (Ar-Risalah Ponorogo, 2000), dan Ust. H. Ajat Syarif Hidayatulloh, S.Pd.I. (Darussalam Garut, 2001). Dan pada awal tahun Tahun Ajaran 2026 PPM Daarul Huda dipimpin oleh: KH. Tatang Abdul Rahman (Pengasuh & Pimpinan), K. Ust. Nur Apipuddin, M.Pd. (Pimpinan, Bid. KMI dan Kedinasan), Dr. KH. Ajat Syarif Hidayatulloh, S.Pd.I., M.Pd.I. (Pimpinan, Bid. Kepengasuhan dan aktivitas santri). Atas amanah Pendiri Pondok, Yayasan ibadurrohman Banjar, Guru dan Alumni.
Pondok Pesantren Modern Daarul Huda, yang didirikan pada 1 Januari 1996 putra dan 2005 putri berdiri di atas tanah wakaf 13 hektar putra dan 1,3 hektar kampus putri.
Secara legal PPM Daarul Huda terdaftar pada Keputusan Mentri Agama no 3 tahun 1983. dengan nomor: 5327901008, Statistik: 510032790008. Tahun 2000 di buka program Madrasah Aliyah Daarul Huda yang diresmikan pada 8 Pebruari 2001 dan terakredetasi A dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM): 312320912692. Tahun 2007 dibuka jenjang pendidikan SLTP yaitu SMPIT Al-FAWWAZ (Terakredetasi A) NPSN: 20246326 NSS: 202026901002. Tahun 2017 didirikan jenjang Pendidikan Dasar MI PLUS Daarul Huda dan terakredetasi B dengan nilai 85. No: 1442/BAN-SM/SK/2019. Pada 16 Juli 2018 dibuka pendidikan usia dini “Mumtaz Daarul Huda”. Kini (2026) TKIT Daarul Huda. Seluruh satuan pendidikan tersebut di bawah naungan Yayasan Ibadurrohman Banjar.
KURIKULUM PESANTREN
KURIKULUM
A. MATERI PENDIDIKAN
1. Keimanan
2. Keislaman
3. Akhlaq Karimah
4. Keilmuan
5. Kewarganegaraan/Kebangsaan
6. Kesenian dan Keindahan (Estetika)
7. Kewiraswastaan dan Ketrampilan Teknis
8. Dakwah dan Kemasyarakatan (Khidmah al-Ijtimaiyyah)
9. Kepemimpinan dan Manajemen
10. Keguruan
11. Kepesantrenan
12. Pendidikan Kewanitaan (at-Tarbiyah an-Nisawiyah)
13. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
14. Kepramukaan
15. Tahfidzul Qur’an
A. PROGRAM PENDIDIKAN
Program Pendidikan dalam Sistem Mu'allimin diintegrasikan dengan Sistem Pesantren, santri hidup di dalam asrama yang berdisiplin selama 24 jam penuh, dengan bimbingan para guru dan Kyai. Maka kurikulum Mu'allimin tidak terbatas pada pelajaran di kelas saja, melainkan keseluruhan kegiatan di dalam dan di luar kelas merupakan proses pendidikan yang tak terpisahkan. Untuk memudahkan pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, maka program-program tersebut bisa dikelompokkan menjadi:
1. Intra-kurikuler
a. 'Ulum Islamiyah
1) Al-Qur'an
2) Tajwid
3) Tafsir
4) Tarjamah
5) Hadits
6) Musthalah Hadits
7) Jami al Shagir
8) Fiqih
9) Usul Fiqih
10) Faraidh
11) Tauhid
12) Al-Din al-Islamy (Tsaqofah Islamiyah)
13) Muqaranat al-Adyan
14) Tarikh Islam
b. Ulum 'Arabiyah
1) Imla'
2) Tamrin Lughah
3) Insya'
4) Muthala`ah
5) Nahwu
6) Sharaf
7) Balaghah
8) Tarikh Adab al-Lughah
9) Mahfuzhat (Nushush 'Arobiyah)
10) Al-Mu'jam
11) Khath
c. 'Ulum 'Ammah
1) Bahasa Indonesia
2) Bahasa Inggris
3) Matematika
4) Fisika
5) Kimia
6) Biologi
7) Geografi
8) Sejarah
9) Kewarganegaraan/PKN
10) Sosiologi
11) Keguruan/Kependidikan (Tarbiyah Amaliyah)
d. Materi UN/UAM BN
2. Ko-Kurikuler
Dilaksanakann di luar jam sekolah di bawah bimbingan guru-guru dan santri-santri senior.
a. Ibadah Amaliyah
1) Shalat
2) Puasa
3) Tilawah dan Tahsin Al-Qur'an
4) Dzikir, Wirid, dan Do'a
5) Tahfidz Al-Qur’an
b. Ekstensif Learning :
1) Pembinaan dan pengembangan 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
2) Belajar muwajjah dimalam hari
3) Pengajian kitab-kitab klasik.
4) Latihan dan Lomba Pidato dalam 3 bahasa.
5) Cerdas Cermat
6) Diskusi, seminar, simposium dan bedah buku (Fathul Kutub wa bahtsul Masail).
c. Praktek dan Bimbingan
1) Praktek Adab dan Sopan Santun/Etika.
2) Praktek Mengajar/Keguruan
3) Praktek Laboratorium IPA
4) Praktek Laboratorium Bahasa
5) Prektek Dakwah Kemasyarakatan (Khidmah al Ijtimaiyyah)
6) Praktek Manasik Haji
7) Prektek Pengurusan Jenazah
8) Bimbingan dan Penyuluhan
9) Ekonomic Study Tour
10) Penulisan Karya Ilmiah (paper) Berbahasa Arab dan Inggris.
11) Bimbingan Halaqah Tarbawiyah
3. Ekstra Kurikuler
Dilaksanakan di luar sekolah oleh pengurus organisasi santri, di bawah bimbingan guru dan santri senior. Kegiatan ekstrakulikuler ini antara lain meliputi :
a. Latihan dan praktek berorganisasi (kepemimpinan dan manajemen).
b. Kursus-kursus dan latihan-latihan (kepramukaan, keterampilan, kesenian, kesehatan, olahraga, perkoperasian, kewiraswastaan, sadar lingkungan, bahasa, jurnalistik, retorika, dan lain-lain).
c. Dinamika Kelompok Santri (baik kelompok-kelompok wajib, ataupun kelompok-kelompok minat).
d. Pembekalan calon alumni KMI.
e. Penugasan alumni di pondok alumni