Nilai-Nilai Pesantren
I. NILAI-NILAI DASAR
1. Ke-Islaman
a. Aqidah, Syari’ah, Akhlaq
b. Tradisi Keilmuan dan Kerohanian Islam
2. Ke-Indonesiaan
a. Pancasila dan UUD 45
b. Undang Undang No. 20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
c. Undang-Undang lainnya yang terkait.
d. Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
3. Kepesantrenan
a. Panca Jiwa Pesantren: Keikhlasan, Kesederhanaan, Ukhuwah Islamiyah, Kemandirian, Kebebasan.
b. Moto Pesantren: Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, Berpikiran Bebas.
c. Tradisi Luhur (Sunnah) Pesantren.
II. ORIENTASI PENDIDIKAN PESANTREN
1. Kemasyarakatan
2. Tidak berpartai, tidak berapiliasi pada satu madzhab, sebagai perekat umat, dengan prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan.
3. Ibadah thalab al- `ilmi.
III. FALSAFAH
1. Falsafah Kelembagaan
a. Pondok Pesantren Modern Daarul Huda berdiri di atas dan untuk semua golongan.
b. Pondok adalah lapangan perjuangan, bukan tempat mencari penghidupan.
c. Pondok milik umat, bukan milik kyai, bukan milik ahli waris, bukan milik yayasan.
2. Falsafah Kependidikan
a. Apa yang dilihat, didengar, dikerjakan, dirasakan, dan dialami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan.
b. Hidup sekali, hiduplah yang berarti.
c. Berjasalah tetapi jangan minta jasa.
d. Mau dipimpin dan siap memimpin, patah tumbuh hilang berganti.
e. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.
f. Seluruh mata pelajaran harus mengandung pendidikan akhlak.
g. In uriidu illa al-ishlah (Aku tak bermaksud kecuali perbaikan) QS. Hud ayat 87.
h. Khair an-nas anfa`uhum li an-nas (Sebaik-baik manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi sesama).
i. Pendidikan itu by doing, bukan by lips.
j. Berbuatlah melebihi apa yang telah diperbuat oleh para pendahulu.
k. Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan.
l. Santri fii ahsani taqwim (santri paripurna) santri yamg berakhlak al- karimah, berpengetahuan luas dan memeiliki skill keterampilan.
3. Falsafah Pembelajaran
a. Metode lebih penting dari pada materi pelajaran, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri.
b. Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.
c. Ilmu bukan untuk ilmu, tetapi ilmu untuk ibadah dan amal.
d. Adab di Atas Ilmu
e. Pelajaran di KMI: agama 100% dan umum 100%.
f. Integrasi kurikulum Gontor, Kemendiknas, dan Kemenag.